Sunday, December 22, 2013

Pengunjuk rasa memblokir bus Apple dan Google di daerah San Francisco

Para pengunjuk rasa memblokir bus yang dioperasikan oleh Google Inc dan Apple Inc di San Francisco dan Oakland pada hari Jumat, tanda terbaru dari reaksi yang berkembang terhadap dampak booming industri teknologi, terutama pada akses ke perumahan yang terjangkau di wilayah tersebut.

Sekitar 40 pengunjuk rasa mengepung sebuah bus perusahaan di distrik Misi seperti itu mengambil karyawan untuk aktivitas di pagi hari, mencegah dari meninggalkan selama sekitar 30 menit.

Perusahaan yang bus itu menuju itu tidak segera jelas. Sebuah tanda kecil di jendela depan mengatakan hanya "Kampus Utama, Ridgeview." Sebuah pencarian internet menunjukkan bahwa Apple memiliki kantor di Ridgeview Court, tidak jauh dari kantor pusatnya di Cupertino, California, 40 km sebelah selatan dari San Francisco.

Niat Lepas Keperjakaan, Berakhir di UGD



Pepatah “cinta bisa menghancurkan Anda” ternyata benar adanya. Lihat saja kisah cinta Gregg Casarona. Bagaimana tidak, bermaksud melepas keperjakaannya pada sang tambatan hati, ia justru membuat pasangannya gegar otak.
Insiden ini berawal ketika pria 21 tahun itu berhubungan intim pertama kali dengan pasangannya, Jen Gerakaris. Namun berat Gregg yang mencapai 199 kilogram membuat sang kekasih, yang hanya berbobot 49 kg, tidak mampu menahan berat.
Alhasil Jen pun harus segera dilarikan ke ruang gawat darurat. Kepala Jen terbentur tembok. Saat itu juga dia jatuh pingsan. Yang terlintas dalam benak Gregg saat itu adalah, “Oh Tuhan, saya telah membunuhnya.”

Cerita Asep, Pemerkosa Ratusan Ayam dan Kambing serta Siswi SD


Sidang perkara perkosaan bocah sekolah dasar (SD), 300 ekor ayam dan sejumlah kambing, dengan terdakwa Asep Solehudin, 17 tahun, kembali digelar Kamis 19 Desember 2013 di Pengadilan Negeri Tasikmalaya. Sidang itu digelar dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum.
Tapi sidang rupanya tidak berlangsung lama. Ketua Majelis Hakim Motur Panjaitan memutuskan untuk memeriksakan kejiwaan terdakwa ke pskiater. Ini akibat pengakuan terdakwa yang juga memerkosa ratusan ayam dan sejumlah kambing. Perilaku itu dinilai tidak normal, dan menjadi alasan majelis hakim menunda tuntutan.
Di luar ruang sidang, Asep Solehudin mengaku nekat berbuat asusila karena kerap melihat video porno. Sebelum diperkosa, ayam terlebih dahulu dicekik agar tidak gaduh saat disetubuhi.

Thursday, December 12, 2013